Gallery

loading...

Sunday, April 2, 2017

Menu Diet Sehat


Thursday, March 30, 2017

Waspada Tuli karena Bising

4 Gejala Anda Alami Gangguan Pendengaran dan Ketulian

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 03/03/2017 17:06 WIB
4 Gejala Anda Alami Gangguan Pendengaran dan Ketulian 1
Foto: thinkstock


Jakarta - Gangguan pendengaran dan ketulian yang Anda alami tidak muncul secara tiba-tiba. Ada gejala-gejala khusus yang bisa Anda kenali ketika pendengaran mengalami gangguan.

dr Soekirman Soekin, SpTHT-KL, Ketua PP Perhimpunan Dokter Ahli Telinga, Hidung, Tenggorok dan Bedah Kepala Leher (Perhati-KL) mengatakan ketulian akibat bising umumnya terjadi bertahap. Dalam artian, kemampuan mendengar akan turun secara perlahan.

"Karena berangsur-angsur jadinya sering tidak diperhatikan. Begitu parah baru kerasa nggak bisa mendengar," tutur dr Soekiman kepada wartawan, baru-baru ini.

Nah, dr Soekiman menjelaskan ada beberapa gejala yang bisa dilihat ketika mengalami gangguan pendengaran dan ketulian. Apa saja?

Baca juga: Beda Dampak Ketulian Satu Sisi dan Dua Sisi
Sumber: Detik.com

Penanganan Amandel yang Membengkak pada Anak

Penanganan Amandel yang Membengkak pada Anak

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 31/03/2017 10:05 WIB
https://images.detik.com/visual/2016/05/26/

Jakarta, Penyakit radang amandel atau amandel yang membengkak bisa mengenai siapa saja, tetapi penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak. Biasanya ditandai dengan gejala awal seperti sakit radang tenggorokan dan demam yang tinggi.

"Tonsilitis atau radang pada tonsil (amandel) memang sering sekali ditemukan pada anak-anak terutama yang berusia berusia 3-7 tahun. Di usia ini, anak-anak memiliki tonsil/amandel yang ukurannya lebih besar daripada tonsil dewasa atau anak yang lebih tua," tutur dokter spesialis anak, dr Meta Hanindita, SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Amandel sendiri merupakan suatu bagian dari jaringan limfa yang terletak di kedua sisi bagian belakang tenggorokan. Amandel ini akan mengalami pembengkakan atau pembesaran jika terjadi infeksi baik oleh bakteri atau virus. Tapi biasanya amandel tersebut akan kembali ke bentuk semula setelah infeksi berakhir.

Baca juga: Sering Disebut Penangkal Kuman, Apa Sih Fungsi Amandel?

Dijelaskan dr Meta, jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menghilangkan infeksi tersebut.

"Pengobatannya tentu akan sangat tergantung penyebabnya. Jika disebabkan karena infeksi bakteri, dibutuhkan antibiotik," kata ibu satu anak ini.

Kemudian, apabila penyakit ini disebabkan oleh virus, maka itu anak diusahakan banyak minum air putih, mengonsumsi makanan yang lunak serta diberikan obat untuk mengurangi gejala yang ada.

Namun baiknya lagi, dr Meta menyarankan agar berkonsultasi kepada dokter untuk membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan terapi yang aman.

Baca juga: Apa itu Batu Amandel dan Bagaimana Cara Menghilangkannya?(hrn/vit)

Sumber : detik.com

Membiarkan Anak Merasakan Kegagalan Terkadang Juga Penting

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 31/03/2017 08:36 WIB

Membiarkan Anak Merasakan Kegagalan Terkadang Juga Penting
Jakarta, Orang tua tentu ingin selalu memberikan anak yang terbaik, namun terkadang penting juga agar jangan terlalu memanjakannya. Sesekali tak mengapa membiarkan anak merasakan pahitnya kegagalan agar ia kelak bisa belajar.


Psikolog sekaligus penulis buku 'The Art of Empowered Parenting: The Manual You Wish Your Kids Came With,' Erick Fisher menyarankan agar orang tua tak sering campur tangan ketika anak menghadapi masalah. Biarkan anak berusaha dan mengenal batas kemampuan dirinya.






"Berikan anak ruang dan memikirkan masalahnya... Anda tidak akan menghancurkannya, Anda membantu supaya dia bisa merefleksikan diri dan itu yang sebetulnya harus dibicarakan," ungkap Erick seperti dikutip dari CNN, Kamis (30/3/2017).



Ketika anak selalu dibantu maka dirinya akan mulai berpikir bahwa tempat belajar hanya pada orang tua. Ketika nanti suatu saat dalam hidup anak mengalami kegagalan dan sadar tak bisa bergantung pada orang tua maka dirinya akan lebih rentan terhadap tekanan.



Jessica Lahey penulis buku 'The Gift of Failure: How the Best Parents Learn to Let Go So Their Children Can Succeed' mengatakan orang tua perlu fokus pada proses yang dilalui anak bukan hasilnya. Hal ini berlaku terutama ketika anak sedang ikut ujian atau tes-tes tertentu.



"Setiap kali Anda ingin membantu pikirkan hal ini 'apakah anak saya bisa belajar sesuatu dari hal ini?' bila jawabannya iya, apakah itu kemampuan konkret atau sekadar membuat anak sadar bahwa dirinya mampu, tahan diri Anda," ungkap Jessica.



"Tutup mulut Anda, ikat tangan Anda di belakang, dan biarkan anak memiliki kesempatan untuk mengetahui apa saja hal yang bisa ia lakukan," tutup Jessica.



Sumber :detik.com


Sunday, January 29, 2017

Surga Untukmu Bu, Sedih Melihat Bayi Ini Mencium Ibunya yang Meninggal Setelah Melahirkannya


Surga ditelapak kaki ibu, itulah sebuah peribahasa yang menyampaikan pesan bahwa begitu besarnya perjuangan seorang ibu untuk anaknya.

Seperti dialami seorang ibu muda yang baru saja melahirkan anak pertamanya ini.
Kisahnya menjadi viral setelah foto-fotonya tersebar di media sosial facebook.

Ibu muda yang diketahui bernama Nadia Kasim ini meninggal dunia setelah berjuang melahirkan putri pertamanya.

Foto-fotonya telah dibagikan oleh beberapa pengguna Facebook.

Seperti pada foto yang diunggah oleh akun facebook bernama Echa Tahili.
Pada tanggal 17 Januari lalu Echa mengunggah foto Nadia Kasim yang sudah tiada dengan disebelahnya seorang putri yang baru saja dilahirkan.

Dalam foto tersebut Echa menuliskan 'Selamat jalan de Nadia Kasim surga menanti mu...
Dan ade bayi afifa yg di tinggal mama tersayang moga menjadi anak yg soleha....'
Echa mengunggah beberapa foto saat Nadia sudah tiada.

Postingannya itu pun sudah disukai oleh 20 ribu pengguna facebook, dan dibagikan oleh lebih dari 10ribu pengguna facebook.

Bukan hanya itu, postingannya pun dibanjiri komentar yang mendoakan mendiang Nadia Kasim. (wajibbaca.com)

Ki Joko Bodo Akan Rubah Tempat Praktiknya Jadi Masjid dan Pesantren


Setelah dikabarkan meninggalkan aktivitasnya di dunia paranormal, kini Ki Joko Bodo akan menyulap �Istana Wong Sintinx��tempatnya praktik menjadi sebuah masjid dan pesantren.

�Aku Muslim, itu untuk pembuatan masjid. Aku dari kecil Muslim, jadi wajar saja mau wakafkan untuk masjid. Daripada dijual-jual,� kata Ki Joko Bodo dua tahun silam, sebagaimana dikutip dari Dream.

Kompleks praktik sang paranormal yang mirip dengan candi tersebut sudah diwakafkan. Bahkan Agus Yulianto�nama asli Ki Joko Bodo�itu telah membeli pekarangan di sekitar untuk memuluskan rencananya tersebut.

�Ada tanah 200 meter persegi, tapi sebelah-sebelahnya aku beli jadi sekitar 1000 meter persegi,� tutur Ki Joko Bodo.

Yang jelas, Ki Joko Bodo mengaku merogoh kocek sendiri untuk mengawali pembangunan pesantren itu. Tetapi, tangannya akan terbuka bila ada orang lain ingin membantu. �Selama ada yang bantu, ya, pakai bantuan. Tapi sejauh ini sendiri,� tutur dia.

Selain itu, dia juga mengaku bahwa dalam beberapa tahun terakhir banyak menghabiskan waktu mengunjungi negara-negara tujuan wisata spiritual. Perjalanan itu dia lakukan untuk memenuhi hasrat spiritualnya.

� Itu kerjaku seperti itu, pembenaran dalam hidup, bukan dalam pencarian,� ujar dia.

Ki Joko Bodo memang mengaku kini tengah gandrung pada aktivitas bersifat keagamaan. Rencana membangun pesantren di Lubang Buaya itu segera diwujudkan.

� Masjid Kudus itu inspirasinya. Budayanya Indonesia, jangan kearab-araban, kita kan tinggal di Indonesia,� ujar Ki Joko Bodo 2014 silam.

Semoga, mercu kerucut yang menjulang itu segera berganti, menjadi menara yang senantiasa menyeru Kebesaran Tuhan. Aamiin. (wajibbaca.com)

Jangan Kau Beri Persyaratan yang Memberatkanku untuk Menikahimu


Menikah bisa menjadi momok bagi banyak pria yang ingin segera menghalalkan hubunganya dengan pujaan hatinya. Kenapa? Ada hal yang harus dipenuhi untuk memantaskan dirinya benar-benar cocok dengan calon istrinya. Jadi banyak laki-laki yang benar-benar mantap menikah setelah mempunyai penghasilan yang cukup besar atau dinilai sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan plus gaya hidup.

Hal inilah yang terkadang begitu terasa mencekik pihak laki-laki saat ingin melamar pujaan hatinya. Tak hanya mahar, tapi segala persiapan pernikahanpun begitu diatas angan-angan. Itulah terkadang yang terjadi.

Pihak mempelai wanita terkadang menginginkan mahar yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan banyak para artis, pejabat dan tokoh-tokoh yang menjadi panutan masyarakat mengadakan pesta pernikahan secara glamour. Tentu saja para masyarakat pun ingin meniru pesta pernikahan yang diadakan oleh artis serta para pejabat tersebut.

Hal ini karena tokoh panutan yang ada tidak pantas untuk dipanuti karena tak memiliki kepribadian yang sederhana. Sekarang ini kita sangatlah membutuhkan tokoh yang bisa memberikan masukan mengenai pernikahan seperti zaman Nabi dan bukan memberikan masukan saja akan tetapi juga mencontohkan anaknya agar dalam menentukan mahar yang mudah bagi calon mempelai laki-laki.

Berbanding 360 derajat zaman sekarang dengan zaman Nabi, pada zaman Nabi untuk melakukan pernikahan pihak laki-laki tidak sampai berhutang.

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa�id dia berkata; �Rasulullah, menikahkan seorang laki-laki kepada seorang perempuan dengan mahar dari besi. (H.R Hakim).

Rasulullah SAW. besabda; �Sebaik-baik maskawin adalah yang paling mudah (memenuhinya). (H.R Abu Daud).

Dari kedua hadis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwasanya mahar (mas kawin) yang paling baik adalah yang tidak memberatkan bagi pihak laki-laki serta janganlah sampai meminta mahar yang memberatkan pihak laki-laki meskipun tidak ada ukuran dalam menentukan jumlah mahar.

Dalam pernikahan wajib memenuhi rukun-rukun pernikahan yaitu adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan, wali, 2 orang saksi serta ijab kabul. Meskipun mahar tidak masuk kedalam rukun pernikahan tetapi mahar juga wajib diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan sesuai dengan perjanjian yang dilakukan sebelum ijab kabul. Jika pihak laki-laki tidak memberikan mahar kepada pihak perempuan, maka janganlah mau diajak berhubungan suami-istri oleh sang suami meskipun telah sah menjadi suami-istri. (wajibbaca.com)